KAMPAR – ARGOTERKINI-COM– Program restorasi lingkungan bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) 2026 terus menunjukkan konsistensinya di Bumi Lancang Kuning. Kali ini, Kabupaten Kampar resmi menjadi lokasi ke-7 dari rangkaian aksi hijau yang diinisiasi oleh SKK Migas Sumbagut, KKKS Wilayah Riau, dan World Cleanup Day (WCD) Riau.
Kegiatan simbolis yang dipusatkan di SMK Negeri 3 Tapung Hulu pada Kamis (7/5/2026) ini menjadi bagian dari target besar penanaman 14.505 bibit pohon di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Tidak hanya berfokus di lingkungan sekolah tersebut, alokasi bantuan tanaman untuk Kabupaten Kampar ini juga disebar ke beberapa titik strategis di desa-desa dan kecamatan yang ada di wilayah Kampar agar dampak penghijauannya makin meluas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
1.500 Bibit Pohon Jadi Aset Produktif
Di Kabupaten Kampar sendiri, dialokasikan sebanyak 1.500 bibit pohon produktif. Selain bikin udara di lingkungan sekolah dan pemukiman warga makin segar, para siswa, guru, serta masyarakat nantinya bisa memanen hasil dari pohon-pohon tersebut sebagai aset ekonomi di masa depan.
Beberapa jenis bibit yang ditanam di antaranya: Durian Montong, Alpukat, Matoa, Kapulasan, Jeruk Manis, dan Cokelat (Kakao). Selain buahnya yang bernilai ekonomi tinggi, pohon-pohon ini punya peran krusial dalam penyerapan karbon guna memitigasi dampak perubahan iklim di sekitar area operasional industri hulu migas.
Dalam kegiatan di SMK Negeri 3 Tapung Hulu, antusiasme para pemangku kepentingan dan siswa sangat tinggi saat berfoto bersama spanduk resmi GROW 2026 di lokasi penanaman. Tampak perwakilan dari berbagai perusahaan migas hadir mengenakan seragam kebanggaan masing-masing, berbaur akrab dengan siswa yang mengenakan pakaian adat melayu berwarna kuning keemasan.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pemangku kepentingan dari SKK Migas Sumbagut, serta perwakilan KKKS wilayah Riau seperti PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT SPR Langgak, PT Bumi Siak Pusako (BSP), dan Texcal Energy Mahato Inc.
Staff Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Suci Masliawati, menyebut kalau GROW 2026 memang sengaja menggandeng lingkungan sekolah sekaligus wilayah sekitar untuk mengedukasi generasi muda dan masyarakat secara langsung.
“Melalui GROW 2026, kami ingin mendorong keterlibatan generasi muda dan komponen masyarakat dalam aksi nyata menjaga lingkungan. Sekolah dan lingkungan desa bukan hanya menjadi ruang aktivitas harian, tetapi juga tempat tumbuhnya kesadaran dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Suci dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci utama agar gerakan lingkungan bisa berjalan konsisten. “Sinergi antara dunia pendidikan, sektor industri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan,” tambahnya lagi.
Menuju Target 12 Kabupaten/Kota
Dengan tuntasnya pendistribusian dan penanaman di beberapa titik kecamatan di Kampar, tim GROW 2026 masih menyisakan 6 wilayah lagi di Riau untuk dihijaukan. Aksi ini akan terus berlanjut di seluruh penjuru Provinsi Riau demi mewujudkan pemulihan dunia yang lebih hijau.***










