ROKAN HILIR – Program penghijauan lingkungan Green Restoration of Our World (GROW) 2026 terus berlanjut di berbagai wilayah di Provinsi Riau. Kali ini, kegiatan penanaman pohon dilaksanakan di SD Negeri 012 Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, pada 28 April 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat restorasi lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini merupakan bagian dari target penanaman 14.505 bibit pohon di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau, yang dilaksanakan oleh kolaborasi antara SKK Migas Sumbagut, KKKS Wilayah Riau, dan World Cleanup Day (WCD) Riau, sebagai kelanjutan dari program tahun sebelumnya.
Di Kabupaten Rokan Hilir, dialokasikan sebanyak 1.500 bibit pohon yang akan ditanam secara bertahap di beberapa titik, termasuk di lingkungan SD Negeri 012 Rantau Bais. Selain itu, program ini juga diperluas melalui inisiatif “satu rumah satu bibit” yang menyasar masyarakat sekitar sebagai bentuk pelibatan langsung dalam upaya penghijauan.
Jenis bibit yang ditanam terdiri dari tanaman produktif dan tanaman pelindung yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis, seperti mangga, durian, jeruk, kelengkeng, matoa, kakao (cokelat), nangka, rambutan, kapulasan, serta tanaman peneduh seperti ketapang kencana dan jenis lainnya. Tanaman-tanaman ini berperan dalam meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki kualitas tanah, serta mendukung penyerapan karbon (carbon sequestration) dan keseimbangan siklus air (water cycle) di lingkungan sekitar.
Kegiatan penanaman di Rantau Bais melibatkan berbagai pihak, di antaranya SKK Migas Perwakilan Sumbagut, KKKS Wilayah Riau seperti PT. Pertamina Hulu Rokan, PT. Energi Gandewa, dan Texcal Energy Mahato Inc., Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau melalui UPT KPH Bagan Siapiapi, Penghulu Rantau Bais, Sekdes Rantau Bais, Karang Taruna Rantau Bais serta Keluarga Besar SDN 012 Rantau Bais.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi elemen penting dalam memastikan keberlanjutan program, di mana setiap pihak berkontribusi dalam memperkuat aspek edukasi, partisipasi masyarakat, hingga implementasi aksi nyata di lapangan.
Perwakilan SKK Migas Sumbagut melalui Staff Departemen Formalitas dan Komunikasi, Fatimah Usman menyampaikan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam memperluas dampak program.
“Melalui GROW 2026, kami mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk masyarakat, agar upaya restorasi lingkungan tidak hanya terpusat pada satu lokasi, tetapi dapat berkembang secara luas melalui partisipasi kolektif. Inisiatif seperti ‘satu rumah satu bibit’ menjadi langkah konkret untuk memperkuat kontribusi masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor akan terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem lingkungan yang lebih resilien dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan GROW 2026 di Kabupaten Rokan Hilir, diharapkan tercipta ekosistem lingkungan yang semakin kuat dengan dukungan aktif masyarakat, sekaligus memperluas dampak program dalam jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan sosial.










