INDRAGIRI HULU – Komitmen pemulihan lingkungan di Bumi Lancang Kuning lewat program Green Restoration of Our World (GROW) 2026 terus bergerak maju. Kali ini, giliran Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang menjadi saksi nyata aksi kolaborasi hijau tersebut. Rangkaian aksi penanaman pohon ini dipusatkan di kawasan Wisata Alam Pertamina Lirik pada Selasa (12/5/2026).
Gerakan yang diinisiasi oleh SKK Migas Sumbagut bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Riau ini menjadi bagian dari misi besar penghijauan berkelanjutan di Provinsi Riau. Khusus untuk wilayah Kabupaten Inhu, dialokasikan sebanyak 1.000 bibit pohon produktif.
Selain ditanam di lokasi seremonial utama yaitu kawasan Wisata Alam Pertamina Lirik, sebaran penanaman 1.000 bibit pohon ini juga langsung disalurkan ke sekolah-sekolah sekitar yang ada di wilayah tersebut, di antaranya SMA 1 Lirik dan SD Swasta YKPP Lirik, agar dampak positifnya makin meluas dan mengedukasi generasi muda secara langsung.
Kombinasi Penghijauan dan Manfaat Ekonomi
Sebanyak 1.000 bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman buah produktif, seperti Kapulasan, Durian, Matoa, dan Jeruk Manis. Selain punya fungsi krusial sebagai penyerap karbon dan menjaga kualitas udara di sekitar area operasional hulu migas, pohon-pohon ini sengaja dipilih agar nantinya bisa memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat, pihak sekolah, serta pengelola kawasan wisata saat masa panen tiba.
Aksi hijau ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan (stakeholder) lintas sektor yang kompak memberikan dukungan penuh. Tampak hadir perwakilan dari SKK Migas Sumbagut, manajemen PT. Pertamina EP Zona 1 – Lirik Field, PT. EMP Energi Riau, serta PT. EMP Tunas Energi.
Tak hanya dari pelaku industri hulu migas, dukungan kuat juga datang dari pemerintah daerah, aparat setempat, hingga dunia pendidikan. Terlihat hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indragiri Hulu, Camat Lirik, Kapolsek Lirik, Danramil Pasir Penyu, Ketua Forum Kepala Desa, serta perwakilan dari sekolah setempat seperti Kepala SMP Negeri 1 Lirik. Serta tentunya pihak pengelola lokasi, yakni Ketua Koperasi Wisata Alam Pertamina Lirik dan Ketua Wilayah Wisata Alam Lirik.
Staff Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Fatimah Usman, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di kawasan wisata alam dan sekolah sekitar ini bertujuan untuk mengintegrasikan aksi lingkungan dengan potensi lokal masyarakat serta edukasi sejak dini.
“Melalui GROW 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu, kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya restorasi lingkungan yang terintegrasi dengan potensi kawasan masyarakat dan wisata alam. Penanaman pohon tidak hanya berkontribusi pada peningkatan tutupan vegetasi dan penyerapan karbon, tetapi juga menjadi langkah bersama dalam menjaga kualitas lingkungan yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan semangat IOG 4.0 yang mendorong kolaborasi, keberlanjutan, dan kontribusi sektor hulu migas terhadap pengurangan emisi karbon di daerah operasi,” jelas Fatimah Usman.
Fatimah juga menekankan pentingnya peran aktif dari seluruh elemen yang hadir agar program ini tidak sekadar menjadi aksi seremonial, melainkan investasi lingkungan jangka panjang.
“Keterlibatan pemerintah, sektor industri, pengelola kawasan wisata, institusi pendidikan, hingga masyarakat menjadi kekuatan penting dalam memastikan manfaat program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kami berharap setiap bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh menjadi bagian dari ekosistem yang lebih hijau, produktif, dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Dengan tertanamnya 1.000 bibit di Indragiri Hulu, tim GROW 2026 akan terus melanjutkan estafet perjalanan hijaunya ke kabupaten dan kota lain di Riau demi mewujudkan lingkungan yang lebih lestari dan asri.










