PELALAWAN – ARGOTERKINI-COM– Gerakan restorasi lingkungan Green Restoration of Our World (GROW) 2026 terus melanjutkan perjalanannya dalam menghijaukan Bumi Lancang Kuning. Setelah sukses menggelar aksi serupa di berbagai wilayah, kini giliran Kabupaten Pelalawan yang menjadi target sasaran aksi hijau yang diinisiasi oleh SKK Migas Sumbagut bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Riau tersebut.
Kegiatan seremonial utama dipusatkan di SMA Negeri 1 Langgam pada Rabu (13/5/2026). Untuk wilayah Kabupaten Pelalawan sendiri, dialokasikan sebanyak 800 bibit pohon. Menariknya, aksi penanaman ini tidak hanya berfokus di satu lokasi, melainkan langsung didistribusikan secara nyata ke beberapa sekolah lain yang tersebar di wilayah Kecamatan Langgam guna memberikan dampak penghijauan yang lebih merata.
Sebanyak 800 bibit yang disalurkan terdiri dari kombinasi pohon pelindung dan tanaman buah produktif, seperti Ketapang Kencana, Mangga, Matoa, dan Jeruk Manis. Selain berfungsi mempercantik dan membuat rindang lingkungan sekolah, jenis pohon produktif sengaja dipilih agar nantinya para siswa dan guru dapat memanen hasilnya sebagai aset ekonomi sekolah di masa depan. Di sisi lain, pohon-pohon ini memegang peran krusial dalam penyerapan karbon demi menjaga kualitas udara di sekitar area operasional industri hulu migas.
Aksi kolaborasi hijau di lingkungan pendidikan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) yang hadir langsung di lokasi. Tampak hadir perwakilan dari SKK Migas Sumbagut dan manajemen EMP Bentu Limited.
Dukungan kuat dari elemen pemerintah dan masyarakat setempat juga terlihat dari kehadiran perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan, Lurah Langgam, Danramil 09/Langgam, hingga perwakilan warga seperti Ketua RT 02 dan Ketua RW 04. Sementara dari pihak sekolah, hadir Kepala SMA Negeri 1 Langgam beserta jajaran Komite Sekolah yang menyambut hangat gerakan ini.
Staff Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Fatimah Usman, menjelaskan bahwa penempatan program GROW 2026 di lingkungan sekolah sengaja dilakukan untuk menyasar generasi muda secara langsung.
“Pelaksanaan GROW 2026 di Kabupaten Pelalawan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran lingkungan melalui dunia pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang tumbuhnya nilai kepedulian terhadap lingkungan, sehingga kegiatan penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda,” ujar Fatimah Usman.
Fatimah juga menambahkan bahwa sinergi yang kuat antara dunia industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan program lingkungan yang berkelanjutan.
“Selain mendukung peningkatan tutupan vegetasi dan penyerapan karbon, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat IOG 4.0 yang mendorong kolaborasi lintas sektor serta kontribusi nyata sektor hulu migas dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di wilayah operasi. Melalui sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, dan sektor industri, kami berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Dengan selesainya pendistribusian 800 bibit pohon di Kecamatan Langgam, tim GROW 2026 akan terus bergerak melangkah ke kabupaten/kota lain di Provinsi Riau demi mewujudkan masa depan dunia yang lebih hijau dan lestari.










