ACEH BESAR- ARGOTERKINI-COM– Memperingati Milad Universitas Syiah Kuala (USK) ke-65 sekaligus Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh terus memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda.
Pesan keselamatan kali ini menyasar pelajar SMA Negeri 1 Peukan Bada, Aceh Besar, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang mushalla sekolah tersebut menghadirkan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran Subdit Kamsel, pihak Universitas Syiah Kuala dan Jasa Raharja.
Di hadapan para pelajar, berbagai materi keselamatan disampaikan, mulai dari safety riding, disiplin berlalu lintas, fungsi rambu dan marka, hingga risiko kecelakaan akibat pelanggaran lalu lintas.
Kompol Indra menegaskan, keselamatan di jalan tidak cukup hanya dipahami sebagai aturan, tetapi harus tumbuh menjadi budaya dan kebiasaan sejak usia sekolah.
“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tentang mengetahui aturan, tetapi bagaimana aturan tersebut menjadi budaya. Pelajar harus mampu menjadi pelopor keselamatan, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat,” ujar Kompol Indra.
Ia mengingatkan, pelajar yang belum berusia 17 tahun atau belum memenuhi persyaratan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor di jalan umum.
Sementara bagi pelajar yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki SIM, keselamatan tetap menjadi prioritas. Pengendara sepeda motor wajib menggunakan helm berstandar SNI, tidak berkendara secara ugal-ugalan, tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, serta mematuhi rambu dan ketentuan lalu lintas.
Untuk pengguna kendaraan roda empat, keselamatan diwujudkan antara lain dengan menggunakan sabuk keselamatan serta memastikan kelengkapan dokumen dan identitas kendaraan.
Menurut Kompol Indra, edukasi sejak bangku sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia sekolah.
“Jangan sampai masa depan seorang pelajar terhenti karena satu kesalahan di jalan. Jadilah generasi yang disiplin, tertib dan mampu mengingatkan sesama untuk mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Peringatan Milad USK ke-65 dan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Ditlantas Polda Aceh, Universitas Syiah Kuala dan Jasa Raharja dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, edukasi tersebut diharapkan mampu melahirkan pelajar yang berani menjadi contoh. Keselamatan tidak berhenti di gerbang sekolah, tetapi dibawa ke rumah, lingkungan pergaulan hingga masyarakat luas.
Pelajar bukan sekadar pengguna jalan. Mereka adalah generasi yang akan menentukan wajah keselamatan lalu lintas di masa depan.




















