PEKANBARU- ARGOTERKINI-COM- Prosesi Pengistikharahan Datuk Bhatin Tengayan serta pengukuhan Ninik Mamak, perangkat adat, dan Timbalan Dubalang Adat Bhatin Tengayan berlangsung khidmat dan sukses digelar pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan adat yang sarat nilai sejarah dan budaya Melayu tersebut dipusatkan di Jalan Tenayan Jaya, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.
Prosesi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi kelembagaan adat Melayu, sekaligus meneguhkan peran Ninik Mamak dan perangkat adat dalam menjaga warisan leluhur, memelihara marwah adat, serta mempererat persatuan masyarakat di wilayah Tenayan Raya dan Kulim.
Salah satu agenda utama dalam prosesi tersebut adalah pengukuhan Alvabert Pranata sebagai Datuk Panglimo Dubalang Talang Sakti Bhatin Tengayan untuk wilayah Tenayan Raya dan Kulim. Pengukuhan ini diharapkan menjadi amanah untuk menjalankan fungsi adat dengan menjunjung tinggi nilai kehormatan, tanggung jawab, dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta pemuka adat dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.
Dari unsur TNI dan Polri, dalam daftar undangan disebutkan kehadiran unsur pimpinan Kodam I/Bukit Barisan atau perwakilan, Danrem 031/Wirabima, serta perwakilan Polda Riau. Dari unsur legislatif, hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, H. Edy Basri, S.H., M.Si., serta sejumlah anggota DPRD Kota Pekanbaru, di antaranya H. Fatullah, S.H., M.H., dan H. M. Sumardani, S.T., M.Sc.
Dukungan terhadap pelestarian adat Melayu juga ditandai dengan kehadiran Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri Drs. H. Raja Marjohan Yusuf, serta Panglima Besar Kesultanan Siak Sri Indrapura, Tengku Muhammad Ali.
Sejumlah pemangku adat, di antaranya Datuk Bathin Senapelan, Datuk Bathin Tengayan, dan Datuk Bathin Kerinci, turut hadir memperkuat suasana kebersamaan dalam prosesi yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan tradisi Melayu tersebut.
Tokoh masyarakat Riau sekaligus mantan Gubernur Riau, H. Brigjen (Purn.) Edy Natar Nasution, S.IP., bersama mantan Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Ayat Cahyadi, S.Si., M.Pwk., juga hadir memberikan dukungan terhadap penguatan peran kelembagaan adat di tengah kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, perwakilan Kecamatan Tenayan Raya, perwakilan Kelurahan Industri Tenayan, perwakilan Kapolsek Kulim, IPDA Salahuddin, alim ulama H. Mapedatoeng, Ketua RW 02 Kelurahan Industri Tenayan, Ust. S.Ag., serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.
JAGA MARWAH ADAT, PERKUAT PERSATUAN
Pengukuhan Ninik Mamak, perangkat adat, dan Timbalan Dubalang Adat Bhatin Tengayan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk peneguhan amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Keberadaan perangkat adat diharapkan mampu menjadi pengayom masyarakat, memperkuat silaturahmi, menyelesaikan persoalan sosial melalui pendekatan adat yang bijaksana, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan.
Di tengah perkembangan zaman, adat dan budaya Melayu memiliki peran strategis dalam menjaga identitas masyarakat, menanamkan nilai kesantunan, serta memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan.
Dengan terlaksananya prosesi ini, Bhatin Tengayan diharapkan semakin memperkuat komitmennya dalam melestarikan adat Melayu, menjaga marwah kelembagaan adat, dan berkontribusi menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, serta bermartabat di wilayah Tenayan Raya dan Kulim.
Adat dijunjung, amanah dipikul, marwah dijaga. Sebab, kekuatan adat bukan hanya terletak pada gelar dan jabatan, tetapi pada keteladanan, kebijaksanaan, serta pengabdian nyata kepada masyarakat.





















