Argoterkini.com – Di Indonesia sendiri perkembangan startup cukup pesat selama enam tahun terakhir. Pemerintah Indonesia senantiasa menyediakan regulasi dan fasilitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital ini.
Dengan kecanggihan teknologi disertai dukungan dari pemerintah membuat semakin banyak anak- anak muda Indonesia mulai merintis perusahaan berbasis digital atau startup. Dilansir kominfo.go.id, sudah ada 2.193 startup pada 2019.
Jika kamu termasuk salah satu dari ribuan pendiri startup tersebut, atau sedang berencana untuk membangun perusahaan rintisan, maka kamu perlu menyimak tujuh tips strategi pemasaran untuk startup berikut.
Dengan begitu akan membantumu menjalankan bisnis digital dengan lebih baik di masa depan.
1. Tentukan tujuan akhir dari bisnismu
Apakah kamu terhubung dengan target pasarmu di media sosial? Bagaimana rencanamu untuk meningkatkan jumlah followers? Mencari calon pelanggan dan menjadikan mereka sebagai pelanggan atau konsumen sesungguhnya membutuhkan pendekatan yang tepat dengan tujuan spesifik.
Jika kamu memiliki tujuan akhir yang jelas, maka kamu dapat menggunakan berbagai data yang untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan strategi pemasaranmu. Memang cukup sulit, tapi ini sangat penting, lho.
2. Tentukan target pasarmu
Startup merupakan perusahaan rintisan yang kegiatan utamanya dilakukan secara digital. Maka kamu harus memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin untuk menentukan target pasarmu. Ini juga berkaitan erat dengan tujuan akhir yang ingin kamu capai dari mendirikan startup.
Menentukan target pasar dapat mempermudah kamu untuk membuat strategi pemasaran yang tepat agar dapat memenuhi kebutuhan mereka. Ada banyak cara yang dapat kamu gunakan untuk menentukan target pasar, di antaranya:
1.bIdentifikasi unsur demografi mendasar calon konsumen, seperti usia, jenis kelamin, dan lokasi mereka
2. Pelajari cara terhubung dengan mereka dengan menganalisa kebiasaan berbelanja atau kepribadian mereka
3. Bangun pesan yang ingin kamu sampaikan yang sejalan dengan hasil risetmu
Ketiga cara di atas dapat membantumu untuk mengelompokkan target pasarmu secara spesifik. Kamu juga bisa menyediakan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
3. Gunakan teknik content marketing
Di era teknologi dan internet seperti sekarang, tidak bisa dipungkiri bahwa online presence atau keberadaan di dalam jaringan sangat dibutuhkan, baik bagi seorang individu maupun bagi pelaku usaha. Jika merintis sebuah bisnis, kamu harus memastikan bahwa bisnismu dapat dilihat atau ditemui secara online oleh banyak orang.
Memang hal itu tergantung pada target pasar dan jenis industri dari bisnismu, namun memanfaatkan media sosial atau internet secara umum akan sangat membantu memperluas audience. Terpenting, cara ini tidak memerlukan biaya besar.
Kamu dapat memulai dengan menulis konten blog tentang produk atau jasa yang kamu jual. Jika anggaran yang dimiliki terbatas, kamu dapat membuat website secara gratis terlebih dahulu, atau gunakan media sosial, seperti LinkedIn, Medium, atau lainnya untuk mempublikasikan blogmu, sehingga dapat menarik perhatian. (Rls)
Sumber : idntimes.com



















