PANGEAN – ARGOTERKINI-COM- Alhamdulillah, rasa syukur kembali dipanjatkan kepada Allah SWT atas sebuah kabar baik bagi Kenegerian Elang Pulai, sebuah nagori asal yang memiliki jejak penting dalam perjalanan dan perkembangan Silat Pangean.
Kabar tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat, mengingat Kenegerian Elang Pulai tidak hanya dikenal sebagai bagian dari tanah asal berkembangnya Silat Pangean, tetapi juga menjadi salah satu tujuan bagi mereka yang ingin mendalami ilmu dan nilai-nilai yang terkandung di dalam seni bela diri tradisional tersebut.
Hal itu disampaikan Mardianto Manan, yang menilai bahwa perjalanan Silat Pangean merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas yang kuat.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT. Malam ini kita mendapatkan berita baik untuk Kenegerian Elang Pulai, nagori asal Silat Pangean yang selalu menjadi tujuan untuk belajar Silat Pangean,” ujar Ardianto Manan.Minggu,(27/9/2026).
Menurutnya, dari tanah inilah nilai-nilai Silat Pangean terus diwariskan dari generasi ke generasi. Perjalanannya bahkan telah menyebar ke berbagai penjuru Nusantara hingga dikenal di dunia.
Jejak tersebut tidak terlepas dari peran para guru dan pewaris ilmu yang selama ini menjaga kemurnian nilai-nilai Silat Pangean. Salah satu sosok yang disebut memiliki peran penting dalam sejarah tersebut adalah Guru Keramat Datuk Baromban Bosi.
“Silat Pangean telah menyebar ke seantero Nusantara, bahkan sampai ke berbagai belahan dunia. Semua itu tentu tidak terlepas dari didikan dan perjuangan guru-guru terdahulu, khususnya Guru Keramat Datuk Baromban Bosi,” lanjutnya.
Bagi mardianto, perkembangan Silat Pangean bukan sekadar tentang seni bela diri. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, adab, keberanian, keteguhan hati, serta penghormatan kepada guru dan sesama.
Karena itu, menjaga Silat Pangean berarti menjaga bagian dari identitas dan marwah budaya masyarakat Pangean.
“Jangan sampai generasi hari ini hanya mengenal Silat Pangean sebagai sebuah gerakan bela diri. Di balik setiap gerakan ada sejarah, ada adab, ada guru, dan ada marwah yang harus kita jaga,” tegasnya.
Ia berharap kabar baik yang diterima Kenegerian Elang Pulai dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat perhatian terhadap pelestarian Silat Pangean, khususnya di kalangan generasi muda.
Sebab, warisan budaya tidak akan bertahan hanya karena sejarah mencatatnya. Warisan akan tetap hidup ketika generasi penerus mau mempelajari, mengamalkan, dan meneruskannya.
Dari Kenegerian Elang Pulai, Silat Pangean bukan sekadar warisan masa lalu. Ia adalah jejak para guru, marwah para leluhur, dan amanah bagi generasi yang akan datang.(HR)





















