DUMAI- ARGOTERKINI-COM– Pelantikan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Bukit Kapur masa bakti 2026–2031 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat.
Pelantikan berlangsung Senin, 5 Oktober 2026, di Gedung Serbaguna Kecamatan Bukit Kapur. Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa energi baru, gagasan baru, serta program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam struktur kepengurusan, Muhammad Rozi, S.E dipercaya sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Bukit Kapur, didampingi Ariev Tri Rahmat sebagai Sekretaris dan Dzikri Qadafi, Amd.Kes sebagai Bendahara.
Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Karang Taruna Kota Dumai, termasuk Muhammad Zulfan Arif, SH selaku Ketua Karang Taruna Kota Dumai serta jajaran pengurus lainnya.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Bukit Kapur, Muhammad Rozi, S.E, menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya bersama seluruh pengurus bukan sekadar sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menggerakkan potensi pemuda dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami menyadari bahwa amanah ini bukanlah sesuatu yang ringan. Karang Taruna bukan hanya tentang struktur organisasi, tetapi bagaimana kita mampu hadir, bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Muhammad Rozi.
Menurutnya, Karang Taruna Kecamatan Bukit Kapur akan berupaya membangun organisasi yang terbuka, solid dan mampu menjadi ruang bagi seluruh pemuda untuk berkreasi serta berkontribusi.
“Kami ingin pemuda Bukit Kapur tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Pemuda harus berani mengambil peran, menciptakan gagasan, membangun kegiatan positif dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang ada di tengah masyarakat,” tegasnya.
Rozi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kepemudaan dan seluruh elemen lainnya.
“Tidak mungkin organisasi ini berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak. Prinsip kami sederhana: dari pemuda, oleh pemuda, dan untuk masyarakat,” katanya.
Lima Tahun Harus Diisi dengan Karya
Masa bakti 2026–2031 menjadi periode panjang yang harus diisi dengan kerja nyata. Karang Taruna diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program berkelanjutan di bidang sosial, kepemudaan, olahraga, pemberdayaan ekonomi, kreativitas generasi muda hingga kegiatan kemanusiaan.
Rozi menegaskan, ukuran keberhasilan kepengurusan bukan terletak pada banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi pada seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kami tidak ingin Karang Taruna hanya dikenal ketika ada acara. Kami ingin keberadaan Karang Taruna benar-benar dirasakan ketika masyarakat membutuhkan. Karena bagi kami, organisasi ini harus hadir dengan kerja dan karya,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh pengurus dan pemuda Bukit Kapur untuk menjaga kekompakan serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun organisasi.
“Mari kita jadikan pelantikan ini bukan sebagai akhir dari sebuah proses, tetapi sebagai awal perjuangan lima tahun ke depan. Kita buktikan bahwa pemuda Bukit Kapur mampu bergerak, berkarya dan memberi arti,” pungkas Muhammad Rozi.




















