PEKANBARU- ARGOTERKINI-COM-– Ketua Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPMM) Kecamatan Rumbai, Randi, melayangkan kecaman keras terhadap kinerja PT Sucofindo selaku sesama BUMN penyedia layanan Pemadam Kebakaran (Damkar) di bawah kontrak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Randi menilai lambatnya respons armada pemadam milik perusahaan pelat merah tersebut merupakan bentuk nyata dari ketidakpedulian korporasi terhadap keselamatan masyarakat sekitar. Kemarahan Randi kian memuncak karena posisi posko damkar milik BUMN tersebut berada sangat dekat dari lokasi kebakaran.
“Ini kelalaian fatal yang tidak bisa ditoleransi! Jarak posko mereka itu sangat dekat dari pemukiman warga, tapi responsnya sangat lambat. Prosedur apa yang mereka pakai sampai-sampai nyawa dan harta benda warga sekitar yang membutuhkan pertolongan harus dikorbankan karena prosedur mereka?” kecam Randi, Jumat (9/10/2026).
Randi menegaskan bahwa sebagai perusahaan milik negara, PT Sucofindo maupun PHR terikat oleh amanat konstitusi dan undang-undang yang mewajibkan mereka untuk melayani masyarakat, bukan hanya berorientasi pada kepentingan bisnis semata. Fasilitas pemadam kebakaran yang dikelola dibiayai oleh uang negara dan beroperasi berdampingan dengan wilayah pemukiman warga, sehingga sudah menjadi kewajiban sosial, hukum, dan moral korporasi untuk memberikan pelayanan serta perlindungan darurat bagi masyarakat sekitar.
“Mereka itu BUMN, bekerja menggunakan aset negara di atas tanah leluhur masyarakat Rumbai. Dasar pendirian BUMN itu untuk kemaslahatan rakyat! Jadi sangat tidak beretika jika mereka menutup mata dan bersembunyi di balik prosedur operasional yang kaku saat pemukiman di sekelilingnya hangus terbakar,” cecar Randi.
Lebih lanjut, Randi memberikan peringatan keras kepada manajemen PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai pemilik kontrak operasional untuk segera mengevaluasi total rekanan mereka tersebut.
“Kami meminta PHR bertindak tegas. Ingat, jika PHR tetap diam dan tidak memberikan sanksi atas kelalaian ini, berarti PHR secara sadar telah melakukan pembiaran terhadap buruknya pelayanan mitranya yang tidak membantu masyarakat!” tegas Randi.
Randi memastikan bahwa FPPMM bersama masyarakat Rumbai tidak akan tinggal diam dan siap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran jika tuntutan evaluasi total ini diabaikan oleh manajemen PHR.
Berdasarkan sumber data yang dihimpun di lapangan, kebakaran hebat yang melanda Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Lembah Damai tersebut menghanguskan sedikitnya 7 bangunan. Saat api mulai berkobar pada Selasa dini hari, masyarakat secara swadaya langsung melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya untuk melokalisasi perambatan api. Warga juga dilaporkan telah aktif mencoba menghubungi posko pemadam PHR sejak awal kejadian, namun bantuan terkendala oleh prosedur yang berbelit-belit dari PT Sucofindo.
Sementara itu, saat Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, turun langsung meninjau lokasi bencana dengan didampingi Kepala Dinas Damkar Pekanbaru, Zarman Candra, warga setempat langsung memanfaatkan momen tersebut untuk mengadukan kelalaian ini. Warga menumpahkan seluruh kekecewaan mereka terkait kaku dan lambatnya respons cepat tanggap dari pihak BUMN tersebut langsung kepada para pejabat daerah yang hadir.





















