PEKANBARU – ARGOTERKINI-COM- Musyawarah Daerah (Musda) ke-II Ikatan Keluarga Suku Tanjuang – Piaman Laweh (IKST-PL) Kota Pekanbaru tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, menjaga nilai kekeluargaan, serta membangun organisasi yang lebih solid di tanah perantauan.
Dalam Musda yang berlangsung di Gigiah Cafe, Jalan Garuda Sakti KM 2, Panam, Pekanbaru, Ahad (1/11/2026), Nuar Tanjung kembali dipercaya memimpin IKST-PL setelah terpilih secara aklamasi untuk masa bakti 2026–2031.
Terpilihnya Nuar Tanjung secara aklamasi mencerminkan kesepahaman dan kepercayaan keluarga besar Suku Tanjung terhadap kepemimpinannya. Musda kali ini menjadi bukti bahwa kekuatan organisasi tidak selalu diukur dari kompetisi, melainkan dari kemampuan membangun kesepakatan, menjaga persaudaraan, dan menyatukan tujuan bersama.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, ST., M.Arch. Prosesi pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu Bundo Kanduang IKST, kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Musda II IKST-PL turut dihadiri Wakil Wali Kota Pekanbaru H. Markarius Anwar, ST., M.Arch., Ketua 7 Suku, Ninik Mamak IKST Zaidir Albaiza, SH., MH., Dewan Penasihat Abu Bakar Siddiq, SH., MH., Ketua IKST Nuar Tanjung, Sekretaris Davit Tanjung, para pengurus DPD PKDP di sejumlah kecamatan se-Kota Pekanbaru, serta pengurus dan anggota IKST-PL.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pekanbaru H. Markarius Anwar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas undangan keluarga besar IKST-PL. Menurutnya, organisasi paguyuban seperti IKST-PL memiliki peran strategis sebagai wadah pemersatu masyarakat Minangkabau, khususnya keluarga besar Suku Tanjung yang berada di Kota Pekanbaru.
“Semoga IKST bisa menjadi perekat dan membangun harmonisasi dalam keberagaman. Kita harus saling membantu dan saling menguatkan. Siapa pun yang terpilih, saya sebagai orang Minang siap mendukung dan berkolaborasi demi kemajuan IKST-PL,” ungkap Markarius.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan memperkuat hubungan kekeluargaan melalui organisasi.
“Organisasi menjadi tempat kita berkumpul, saling mengenal, saling mengetahui kondisi satu sama lain, sehingga tumbuh kepedulian dan semangat untuk saling membantu. Saya juga mengajak IKST-PL agar aktif dalam kegiatan keagamaan,” pesannya.
Sementara itu, Nuar Tanjung menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan keluarga besar IKST-PL yang telah bekerja keras mempersiapkan hingga terlaksananya Musda kedua tersebut.
Ia menjelaskan bahwa masa kepengurusan periode 2021–2026 telah berakhir sehingga Musda dilaksanakan sebagai mekanisme organisasi untuk menentukan kepemimpinan periode berikutnya.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Musda dapat terlaksana dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh keluarga besar IKST-PL yang telah memberikan dukungan. Amanah kepengurusan periode 2021–2026 telah selesai, dan melalui Musda ini kita melaksanakan pemilihan ketua untuk periode 2026–2031,” tuturnya.
Dengan kembali dipercayanya dirinya secara aklamasi, Nuar Tanjung diharapkan dapat melanjutkan konsolidasi organisasi, memperluas jalinan silaturahmi, serta merangkul seluruh keluarga besar Suku Tanjung agar semakin berperan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Pekanbaru.
Sekretaris IKST-PL sekaligus Owner Gigiah Cafe, Davit Tanjung, mengatakan bahwa pelaksanaan Musda II bukan hanya berorientasi pada pemilihan ketua, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan keberadaan keluarga besar Suku Tanjung yang turut mengembangkan usaha di Kota Pekanbaru.
Ia menyebutkan sekitar 235 undangan telah disebarkan dan antusiasme kehadiran keluarga besar IKST-PL menjadi semangat tersendiri bagi keberlangsungan organisasi.
“Alhamdulillah, Pak Wakil Wali Kota Pekanbaru berkenan hadir dan membuka Musda secara langsung. Kami berharap melalui momentum ini, IKST-PL semakin berkembang, mampu merangkul lebih banyak masyarakat Suku Tanjung maupun keluarga dari suku lainnya yang ada di Pekanbaru,” ujarnya.
Dari sisi adat dan organisasi, Ninik Mamak IKST-PL, Zaidir Albaiza, SH., MH., menegaskan bahwa tujuan utama berdirinya IKST adalah menyatukan seluruh warga Suku Tanjung yang berada di perantauan, khususnya di Kota Pekanbaru.
Menurutnya, pemilihan ketua dalam Musda bukanlah ajang persaingan antarkandidat, melainkan bagian dari proses musyawarah dan seleksi tokoh-tokoh Suku Tanjung yang memiliki komitmen terhadap keberlangsungan organisasi.
“Pemilihan ketua dalam Musda ini bukanlah ajang kontestasi, melainkan hasil dari proses musyawarah dan seleksi tokoh-tokoh Suku Tanjung yang ada di Pekanbaru. Tujuan utama kita adalah menjaga persatuan dan memperkuat kekeluargaan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Dewan Penasihat IKST-PL yang juga Ketua DPD PKDP Kota Pekanbaru, Abu Bakar Siddiq, SH., MH., mengingatkan bahwa IKST-PL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar PKDP.
Ia berharap kepengurusan ke depan dapat memperkuat tata kelola organisasi, termasuk menyusun dan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan dalam menjalankan roda organisasi.
“IKST lahir di Pekanbaru dan merupakan bagian dari keluarga besar PKDP. Mari kita benahi organisasi ini, lengkapi AD/ART, perkuat kekompakan, serta bangun kebersamaan. Harapan kita, masyarakat Pariaman yang bersuku Tanjung dapat semakin bersatu dan berjaya di Pekanbaru,” tutupnya.
MUSDA SELESAI, AMANAH BERLANJUT
Terpilihnya kembali Nuar Tanjung secara aklamasi menjadi awal dari tanggung jawab baru bagi kepengurusan IKST-PL periode 2026–2031.
Sebab, organisasi paguyuban bukan sekadar tempat berkumpul atas dasar kesamaan suku dan asal-usul. Lebih dari itu, IKST-PL diharapkan menjadi rumah besar yang menghadirkan kepedulian, memperkuat nilai adat dan agama, serta membangun solidaritas sosial.
Di tanah rantau, persatuan adalah kekuatan. Adat menjadi pegangan, agama menjadi pedoman, dan kebersamaan menjadi fondasi untuk menjaga marwah keluarga besar Suku Tanjung di Kota Pekanbaru.





















