PEKANBARU- ARGOTERKINI-COM- Pemandangan sederhana namun sarat makna terjadi di Pekanbaru, Minggu (16/8/2026). Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memilih duduk bersama para pengamen jalanan sambil menikmati sarapan pagi seusai melaksanakan olahraga pagi.
Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Di tengah suasana santai tersebut, Irjen Herry berbincang langsung dengan para pengamen dan menyampaikan pesan tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya.
Menurutnya, kemerdekaan bukan milik kelompok tertentu, bukan hanya milik mereka yang memiliki jabatan, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
“Kemerdekaan adalah milik kita semua. Tidak ada batasan antara pemerintah dan masyarakat. Kita semua adalah bagian dari Indonesia,” pesan Irjen Herry kepada para pengamen.
Sikap tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran seorang pemimpin tidak semestinya hanya terlihat di balik meja atau dalam ruang-ruang resmi pemerintahan. Pemimpin juga harus mampu turun, mendengar dan menyapa masyarakat dari berbagai lapisan.
Bagi para pengamen yang setiap hari mencari rezeki di tengah kerasnya kehidupan jalanan, perhatian sederhana dari seorang pejabat tinggi negara memiliki makna yang jauh lebih besar. Mereka tidak hanya dipandang sebagai bagian dari lalu lintas kehidupan kota, tetapi sebagai warga negara yang memiliki hak, martabat dan harapan yang sama.
Momentum menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini pun menjadi pengingat bahwa makna merdeka bukan sekadar upacara, pengibaran bendera atau seremoni tahunan.
Merdeka berarti tidak ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Merdeka berarti pemerintah hadir dan mau mendengar. Merdeka berarti setiap warga, apa pun profesinya dan dari mana pun latar belakangnya, tetap memiliki tempat yang sama di negeri ini.
Langkah sederhana Irjen Herry Heryawan duduk bersama para pengamen menyampaikan pesan kuat: jabatan boleh berbeda, kehidupan boleh tak sama, tetapi di hadapan kemerdekaan, seluruh rakyat Indonesia memiliki kedudukan yang setara.
Karena sejatinya, negara bukan berdiri jauh dari rakyat. Negara hadir bersama rakyat.





















