BANDA ACEH – ARGOTERKINI-COM– Kampus adalah tempat menjemput masa depan. Namun, masa depan yang sedang diperjuangkan bisa seketika berubah hanya karena satu kesalahan di jalan raya.
Pesan itulah yang dibawa Polantas Karib melalui program Saweu Kampus saat menyambangi Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 800 mahasiswa dan mahasiswi UBBG mendapatkan edukasi dan bimbingan penyuluhan (Binluh) tentang keselamatan serta tertib berlalu lintas. Kegiatan tersebut dilaksanakan Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh bersama Jasa Raharja Provinsi Aceh.
Kegiatan dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi personel Subdit Kamsel serta perwakilan Jasa Raharja Provinsi Aceh.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Polantas Karib mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar persoalan mematuhi aturan atau menghindari tilang. Lebih dari itu, keselamatan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masa depan yang sedang dibangun.
Mahasiswa yang mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat diingatkan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan melengkapi dokumen kendaraan. Khusus pengendara sepeda motor, penggunaan helm berstandar SNI, tidak berkendara secara ugal-ugalan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta mematuhi rambu dan marka jalan menjadi bagian penting dari edukasi.
“Jangan sampai satu kesalahan di jalan mengubah seluruh masa depan. Kuliah kita kejar, cita-cita kita bangun, tetapi keselamatan harus tetap menjadi yang utama,” pesan Kompol Indra kepada para mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi intelektual sekaligus agen perubahan. Karena itu, budaya tertib berlalu lintas tidak cukup berhenti di lingkungan kampus, tetapi harus mampu dibawa ke tengah keluarga dan masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya pengguna jalan, tetapi juga bisa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas. Jadilah contoh bagi teman, keluarga dan masyarakat. Keselamatan bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar bahwa ada nyawa yang harus kita jaga,” ujarnya.
Jasa Raharja Berikan Pemahaman Santunan Kecelakaan
Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja Provinsi Aceh turut memberikan edukasi mengenai persyaratan dan dokumen pengajuan santunan kecelakaan lalu lintas, termasuk penjelasan terkait hubungan keluarga korban yang berhak menerima santunan.
Kolaborasi ini menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana mencegah kecelakaan, tetapi juga mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila musibah kecelakaan lalu lintas terjadi.
Program Saweu Kampus merupakan bagian dari langkah preventif Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh dalam membangun kesadaran dan budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda.
Melalui pendekatan edukatif dan humanis, Polantas Karib tidak hanya mengajak mahasiswa mengenal aturan, tetapi juga mengajak mereka memahami konsekuensi di balik setiap tindakan di jalan raya.
Sebab, satu detik kelalaian bisa berujung panjang. Satu keputusan untuk menerobos lampu merah, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm atau memacu kendaraan secara berlebihan bisa menjadi awal dari penyesalan yang tidak dapat diputar kembali.
Dari kampus, pesan keselamatan itu diharapkan tumbuh menjadi budaya.
Berangkat dari kampus dengan selamat, menjemput masa depan dengan penuh harapan, dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat.
Karena jangan sampai kampus menjadi tempat mengejar cita-cita, tetapi jalan raya justru menjadi awal hilangnya masa depan.
Sumber: Ditlantas Aceh





















