ROKAN HULU ,ARGOTERKINI.COM—Berbagai elemen kemelayuan berkumpul pada Senin, 30/03/2026 pagi pukul 09.00 Wib,untuk membahas dinamika adat di Rantau Kasai. Pertemuan tersebut dihadiri simpul Melayu se-Riau, sejumlah luhak di Rokan Hulu, unsur kemelayuan Bonai, serta perwakilan anak kemenakan Luhak Tambusai.
Simpul Melayu Riau menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan mewaspadai upaya adu domba yang dapat melemahkan marwah Melayu. Para luhak turut menegaskan tiga sikap utama: merawat hak adat, menjaga marwah negeri melalui kebersamaan, dan mendukung penuh masyarakat Melayu Rantau Kasai dalam mempertahankan tanah ulayat.
Perwakilan anak kemenakan Rantau Kasai menyatakan penolakan terhadap upaya penguasaan paksa tanah ulayat maupun tekanan terhadap tokoh adat. Mereka menegaskan kesiapan untuk berdiri bersama memperjuangkan hak adat secara damai dan bermartabat.
Masyarakat Hukum Adat (MHA) Melayu Rantau Kasai menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak namun mengingatkan bahwa situasi saat ini memasuki tahap sensitif. Dugaan tekanan terhadap tokoh adat dan indikasi upaya memecah belah dinilai berpotensi mengganggu marwah masyarakat adat. Mereka menolak segala bentuk kriminalisasi dan mendorong penyelesaian yang adil sesuai nilai adat.
Masyarakat adat kembali meneguhkan komitmen menjaga tanah ulayat sebagai identitas dan warisan leluhur. “Tanah ulayat adalah jati diri kami. Jika satu disakiti, seluruh masyarakat akan bergerak mencari keadilan,” tegas mereka.
Menutup pernyataan, MHA Melayu Rantau Kasai mengajak semua pihak menjaga ketenangan dan persatuan, serta menegaskan pesan:
“Hutan rimba takkan hilang dari peta, marwah Melayu takkan tunduk oleh paksa.”










