PELALAWAN –ARGOTERKINI.COM- Kolaborasi antara teknologi komunikasi dan pengembangan daerah menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan sekaligus memaksimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Pelalawan. Semangat inilah yang mengemuka dalam audiensi Komunitas Komunikasi Portabel Indonesia (K2PI) bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pelalawan, Selasa (9/6/2026).
Kehadiran rombongan K2PI yang dipimpin CEO K2PI, Hemi Midjaya, disambut langsung Kepala Disparpora Kabupaten Pelalawan, Dodi Asma Saputra, S.STP., M.IP. Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk membangun sinergi antara komunitas komunikasi alam bebas dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, promosi wisata, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Dalam kesempatan itu, Hemi Midjaya memaparkan pemanfaatan teknologi komunikasi portabel berbasis Jaringan Digital Mobile Radio Indonesia (DMRiD) yang selama ini dikembangkan K2PI. Teknologi tersebut dinilai mampu menjadi solusi komunikasi alternatif yang efektif, terutama pada kondisi darurat maupun di wilayah dengan keterbatasan jaringan konvensional.
Kepala Disparpora Pelalawan, Dodi Asma Saputra, menyambut baik keberadaan K2PI dan menilai komunitas tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung program-program pemerintah daerah.
“Saya berharap dengan adanya K2PI di Pelalawan dapat ikut serta mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Pelalawan. Jaringan komunikasi yang dimiliki tentu bisa menjadi kekuatan besar dalam menyebarluaskan informasi positif tentang daerah kita,” ujarnya.
Sinergi tersebut sejalan dengan upaya Disparpora yang saat ini terus menggaungkan kampanye pariwisata melalui tagar #ExcitingPelalawan dan #AyoKePelalawan. Dengan jaringan komunikasi yang luas dan aktif, K2PI diharapkan mampu menjadi mitra dalam memperkenalkan berbagai destinasi unggulan Pelalawan kepada masyarakat yang lebih luas.
Mulai dari fenomena alam Ombak Bono yang mendunia, pengembangan desa wisata berbasis masyarakat, hingga wisata sejarah dan budaya yang menjadi identitas Negeri Amanah Pelalawan. Selain itu, destinasi unggulan seperti Taman Nasional Teso Nilo, Suaka Margasatwa Kerumutan, Bukit Pelalawan, Bukit Tiga Puluh, Danau Tajwid, Danau Betung, Air Terjun Pangkalan Lesung, Istana Sayap Pelalawan, Masjid Agung Ulul Azmi, hingga berbagai kawasan wisata kreatif lainnya juga menjadi potensi yang siap dipromosikan secara lebih masif.
Tidak hanya berbicara tentang pariwisata, audiensi tersebut juga membuka peluang kerja sama dalam bidang mitigasi bencana dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat. Keberadaan jaringan komunikasi darurat yang dimiliki K2PI dinilai dapat menjadi pendukung penting dalam penyebaran informasi cepat saat terjadi situasi darurat.
Untuk mendukung optimalisasi peran tersebut, K2PI turut menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Pelalawan dapat memberikan dukungan terhadap penguatan infrastruktur komunikasi, baik melalui peningkatan perangkat keras maupun perangkat lunak.
Dengan dukungan yang memadai, jaringan komunikasi K2PI diyakini mampu menjadi jembatan informasi yang efektif bagi masyarakat, tidak hanya dalam promosi wisata dan pembangunan daerah, tetapi juga dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Audiensi ini menjadi langkah awal yang menjanjikan. Ketika semangat gotong royong antara pemerintah dan komunitas berpadu dengan teknologi, maka bukan hanya promosi wisata yang akan semakin berkembang, tetapi juga ketahanan daerah dan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat akan semakin kuat menuju Pelalawan yang maju, aman, dan berdaya saing.(Deny Afrizan)




















