YOGYAKARTA – Masjid Jogokariyan di Kota Yogyakarta kembali menjadi sorotan sebagai contoh nyata bagaimana masjid dapat bertransformasi menjadi pusat kehidupan umat yang aktif, solutif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tidak sekadar menjadi tempat ibadah, Masjid Jogokariyan dikenal luas melalui berbagai program sosial yang konsisten dan berdampak. Mulai dari penyediaan makan gratis bagi jamaah dan masyarakat sekitar, santunan untuk kaum dhuafa, hingga program pemberdayaan ekonomi umat—semuanya berjalan dengan manajemen yang rapi dan transparan.
Konsep “masjid nol rupiah” yang diusung menjadi ciri khas tersendiri. Setiap infak yang masuk tidak dibiarkan mengendap, melainkan segera disalurkan untuk kepentingan umat. Hal ini tidak hanya mempercepat distribusi manfaat, tetapi juga membangun kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan masjid.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran almarhum Ustadz Jazir ASP yang dikenal sebagai sosok visioner dalam menghidupkan fungsi masjid. Di bawah kepemimpinan beliau, Masjid Jogokariyan menjelma menjadi pusat peradaban—tempat di mana nilai-nilai keislaman tidak hanya diajarkan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Semangat inilah yang terus mengalir hingga kini, menjadikan masjid bukan hanya ramai saat waktu shalat, tetapi juga hadir dalam setiap denyut kehidupan sosial warga.
Pernyataan Apra Mitra (Tayap):
“Masjid Jogokariyan telah memberikan pelajaran besar bagi kita semua, bahwa masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga pusat solusi umat. Apa yang telah dirintis oleh almarhum Ustadz Jazir ASP adalah warisan berharga bagi peradaban Islam. Beliau tidak hanya membangun masjid secara fisik, tetapi juga membangun jiwa kepedulian dan kemandirian umat.”
“Kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan seluruh amal jariyah beliau terus mengalir tanpa henti. Semoga perjuangan beliau menjadi inspirasi dan teladan bagi para pengurus masjid di seluruh penjuru negeri bahkan dunia. Aamiin ya rabbal ‘alamin.”
Masjid Jogokariyan hari ini berdiri bukan hanya sebagai bangunan, melainkan sebagai simbol kebangkitan peran masjid dalam menjawab tantangan zaman—menguatkan umat, menebar manfaat, dan membangun peradaban.










