INDRAGIRI HULU – ARGOTERKINI-COM– Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu terus diperkuat. Tidak hanya mengandalkan respons di darat, jajaran kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, tokoh adat serta unsur terkait mulai memanfaatkan teknologi drone untuk mempercepat pemantauan sekaligus menentukan langkah penanganan titik api.
Kamis (10/9/2026), peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-67 T.A. 2026 bersama pimpinan daerah Kabupaten Indragiri Hulu turun langsung melakukan pemadaman dan pendinginan titik api karhutla di Kecamatan Seberida.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung di kawasan Jalan Lintas Timur, Kecamatan Seberida. Drone digunakan untuk memantau kondisi titik api dari udara, sehingga keberadaan bara maupun area yang masih berpotensi terbakar dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara lebih efektif.
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Aryandi Putra, didampingi Kasat Lantas Polres Inhu AKP Luthfi Indra Praja, bersama unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat dan personel Sespimmen Polri, turut terlibat dalam kegiatan penanganan karhutla tersebut.
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Aryandi Putra menegaskan bahwa karhutla tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Dibutuhkan gerak cepat, koordinasi dan keterlibatan seluruh elemen agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi semua pihak. Dengan pemanfaatan teknologi drone, pemantauan titik api dapat dilakukan lebih efektif sehingga langkah pemadaman dan pendinginan bisa segera dilaksanakan,” ujar AKBP Eka Aryandi Putra.
Menurutnya, pendinginan merupakan tahapan penting dalam penanganan karhutla. Pemadaman tidak cukup hanya memastikan api terlihat padam, tetapi juga harus memastikan bara yang berada di dalam maupun sekitar area terbakar benar-benar tidak lagi berpotensi memicu kebakaran susulan.
Di sisi lain, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dilakukan dalam penanganan karhutla, khususnya keterlibatan Sespimmen Polri bersama jajaran kepolisian dan pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi sinergi yang dilakukan bersama. Karhutla merupakan persoalan yang harus kita hadapi secara bersama-sama. Dengan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, diharapkan penanganannya semakin cepat dan tepat,” kata Ade Agus.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi hasil Focus Group Discussion (FGD) dalam mencari solusi terhadap persoalan karhutla sekaligus memperkuat sinergitas lintas sektor.
Langkah tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan lebih dari sekadar pemadaman ketika api telah membesar. Deteksi dini, pemantauan, respons cepat dan pendinginan harus berjalan beriringan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke kawasan lain.
Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, tokoh adat dan seluruh unsur terkait, penanganan karhutla di Kabupaten Indragiri Hulu diharapkan semakin efektif. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan masyarakat dan melindungi lingkungan dari ancaman kebakaran yang berulang.





















