KUANTAN SINGINGI – Komitmen pemulihan lingkungan dan investasi hijau di wilayah operasional industri hulu migas Provinsi Riau mencapai babak akhir. Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) resmi menjadi lokasi ke-12 sekaligus titik pamungkas dari seluruh rangkaian seremonial program Green Restoration of Our World (GROW) 2026.
Program penghijauan yang diinisiasi oleh kolaborasi taktis antara SKK Migas Sumbagut, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Riau, dan World Cleanup Day (WCD) Riau ini, memfokuskan aksi finalnya di kawasan SMA Negeri Pintar Provinsi Riau pada Minggu (7/6/2026). Aktivitas ini menjadi bagian penting dari pemenuhan target akumulatif penanaman 14.505 bibit pohon di seluruh penjuru Bumi Lancang Kuning.
Khusus di wilayah Kabupaten Kuansing, manajemen program mengalokasikan total 1.000 bibit pohon produktif. Berdasarkan skema distribusi, 700 bibit pohon diserahkan dan ditanam langsung di area sabuk hijau SMA Negeri Pintar Provinsi Riau.
Sementara itu, 300 bibit pohon sisanya didistribusikan secara resmi kepada pihak Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah untuk mendukung program penghijauan di fasilitas publik kecamatan setempat.
Jenis tanaman yang disalurkan meliputi varietas yang memiliki fungsi ekologis ganda, yakni sebagai penyerap emisi karbon (carbon sequestration) sekaligus bernilai ekonomis, antara lain:
– Matoa
– Jeruk Manis
– Jambu Bol
Sebagai wilayah operasional strategis, aksi penutupan ini mengonsolidasikan sejumlah korporasi hulu migas di bawah EMP Group, seperti PT. EMP Tunas Energi, EMP Bentu Limited, dan EMP Korinci Baru Ltd. Selain itu, dukungan penuh juga diberikan oleh korporasi migas Texcal Energy Mahato Inc bersama otoritas pengawas SKK Migas Sumbagut.
Dari jajaran pemerintahan dan instansi lokal, agenda ini dikawal langsung oleh Camat Kuantan Tengah, Kepala SMAN Pintar Provinsi Riau, serta jajaran Ketua Komite Sekolah.
Implementasi Komitmen Strategis IOG 4.0
Analis Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Perdinal, menegaskan bahwa momentum di Kuansing merupakan bentuk pertanggungjawaban publik dan keberlanjutan dari visi besar industri hulu migas.
“Pelaksanaan GROW 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi menjadi momentum penting karena menandai rampungnya rangkaian kegiatan penanaman bibit pohon secara seremonial yang telah dilaksanakan di 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau,” ungkap Perdinal dalam keterangan tertulisnya.
Perdinal juga menggarisbawahi bahwa pemilihan institusi pendidikan sebagai episentrum gerakan di Kuansing adalah langkah terukur untuk mentransfer kesadaran ekologis kepada generasi penerus. Lebih jauh, program ini merupakan bagian integral dari peta jalan Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 4.0.
“Program GROW 2026 juga merupakan bagian dari implementasi semangat IOG 4.0 yang mendorong kolaborasi lintas sektor dan kontribusi nyata sektor hulu migas terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah operasi. Kami berharap seluruh bibit yang telah didistribusikan dan ditanam dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan selesainya seremoni di Kuantan Singingi, target wilayah kerja program GROW 2026 dinyatakan telah terpenuhi seratus persen. Tahapan berikutnya kini bergeser pada fase monitoring pertumbuhan tanaman, guna memastikan kontribusi hulu migas ini mampu menjadi warisan ekologi jangka panjang bagi masyarakat Riau.***










