PEKANBARU – ARGOTERKINI-COM– Di tengah tantangan keselamatan berlalu lintas yang semakin kompleks, Kepolisian Republik Indonesia terus menanamkan budaya disiplin sejak usia dini. Komitmen itu terlihat dalam Lomba Polisi Cilik (Pocil) Tingkat Polda Riau yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari program unggulan Kapolda Riau melalui kegiatan Polantas Menyapa.
Lebih dari sekadar perlombaan, ajang ini menjadi panggung pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat, kekompakan, dan kedisiplinan para peserta tampak jelas sejak awal perlombaan. Setiap tim menampilkan atraksi baris-berbaris, ketangkasan, dan keterampilan yang mencerminkan hasil pembinaan berkelanjutan dari Satlantas di wilayah masing-masing.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kasubdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri sekaligus Ketua Tim Penilai Lomba Polisi Cilik, Kombes Pol Hamka Mappaita, S.H., M.H., didampingi tim penilai dari Korlantas Polri, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, serta jajaran panitia dan pembina.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Hamka Mappaita menegaskan bahwa Polisi Cilik merupakan instrumen strategis Polri dalam membangun karakter generasi penerus bangsa. Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta budaya tertib yang akan menjadi fondasi kuat dalam kehidupan mereka di masa depan.
“Program Polisi Cilik merupakan bagian dari upaya Polri membentuk generasi muda yang memahami nilai-nilai kebangsaan, memiliki sopan santun, disiplin, menghargai sesama, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat,” ujar Kombes Hamka.
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Ditlantas Polda Riau dan seluruh Satlantas jajaran yang dinilai berhasil melaksanakan pembinaan secara konsisten sehingga melahirkan peserta-peserta berkualitas yang mampu menampilkan performa terbaik dalam perlombaan.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polisi Cilik merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Menurutnya, pembinaan Polisi Cilik sejalan dengan semangat Polri Presisi yang tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pendidik, dan pembimbing masyarakat.
“Polisi Cilik bukan hanya soal atraksi atau kemampuan baris-berbaris. Program ini adalah sarana membentuk anak-anak yang memiliki disiplin, rasa tanggung jawab, kepemimpinan, dan keberanian menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ungkapnya.
Pada perlombaan tersebut, Tim Polisi Cilik Polres Dumai berhasil meraih Juara I, disusul Tim Polisi Cilik Polres Siak sebagai Juara II, dan Tim Polisi Cilik Polres Pelalawan sebagai Juara III.
Ketua Tim Penilai Kombes Pol Hamka Mappaita menyebutkan bahwa para juara akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk dipersiapkan mengikuti berbagai kegiatan berskala nasional. Bahkan, peserta terbaik berpeluang tampil dalam agenda-agenda besar Kepolisian Republik Indonesia, termasuk peringatan Hari Bhayangkara maupun perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di hadapan Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, keberlangsungan program Polisi Cilik sangat penting sebagai wadah mencari dan membina bibit-bibit unggul yang kelak dapat mengharumkan nama daerah serta menjadi generasi pemimpin bangsa yang berkarakter kuat.
Lomba Polisi Cilik Tingkat Polda Riau menjadi bukti nyata bahwa membangun keselamatan tidak selalu dimulai dari jalan raya, tetapi dari pembentukan karakter anak-anak sejak dini. Dari barisan kecil yang tampil penuh percaya diri itu, lahir harapan besar bagi masa depan Indonesia: generasi yang disiplin, berintegritas, cinta tanah air, dan siap menjadi pelopor keselamatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebab pada akhirnya, investasi terbaik sebuah bangsa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan karakter generasi mudanya. Dan melalui Polisi Cilik, Polri tengah menanam benih-benih pemimpin masa depan yang akan tumbuh membawa budaya tertib, aman, dan beradab bagi Indonesia. ***





















