INDRAGIRI HULU – ARGOTERKINI-COM– Keselamatan pengguna jalan tidak boleh berhenti pada imbauan. Kondisi jalan, marka, rambu hingga fasilitas penyeberangan harus dipastikan benar-benar layak dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Atas dasar itu, Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Riau bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan survei uji kelayakan jalan di Jalan SMA Sultan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Senin–Selasa, 28–29 September 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M., didampingi Kasi Audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKP Dedi Siswanto.
Survei menyasar ruas jalan sepanjang kurang lebih 2,8 kilometer, meliputi Ruas A dan Ruas B. Tim melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi badan jalan, marka, rambu lalu lintas, fasilitas penyeberangan serta berbagai perlengkapan pendukung keselamatan.
Dalam survei tersebut, Ditlantas Polda Riau melibatkan BPJN Riau, BPTD Riau, Satlantas Polres Indragiri Hulu, Jasa Raharja Indragiri Hulu, Dinas Perhubungan Kabupaten Indragiri Hulu serta Dinas PUPR Kabupaten Indragiri Hulu.
Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat sejumlah bagian yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut. Beberapa titik badan jalan ditemukan mengalami kerusakan, sementara marka jalan di sejumlah lokasi juga mulai mengalami penurunan kondisi.
Tidak hanya itu, marka zebra cross di beberapa titik terlihat memudar sehingga diperlukan pengecatan ulang. Sejumlah rambu atau penanda lalu lintas juga mengalami kepudaran yang berpotensi mengurangi tingkat keterlihatan bagi pengguna jalan.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah kebutuhan pembuatan maupun pembaruan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) pada lokasi tertentu. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan pelajar yang setiap hari beraktivitas dan menyeberang di kawasan sekolah.
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menegaskan bahwa survei dan audit kondisi jalan merupakan bagian dari upaya kepolisian mendorong terpenuhinya aspek keamanan dan keselamatan lalu lintas melalui sinergi lintas instansi.
“Setiap temuan di lapangan harus menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti secara bersama sesuai kewenangan masing-masing. Sinergi lintas instansi sangat penting untuk memastikan kondisi jalan, marka, rambu serta fasilitas keselamatan dapat berfungsi dengan baik dan memberikan perlindungan bagi masyarakat pengguna jalan.”
Menurutnya, kawasan sekolah membutuhkan perhatian khusus karena pelajar merupakan kelompok pengguna jalan yang memerlukan fasilitas keselamatan dan penyeberangan yang memadai.
Sementara itu, AKBP Dasril, S.Pd., M.M. mengatakan survei dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik jalan dan kelengkapan fasilitas lalu lintas sekaligus memetakan berbagai aspek yang membutuhkan penanganan.
“Kita melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap kondisi jalan maupun perlengkapan lalu lintas yang ada. Hasil survei ini nantinya menjadi bahan koordinasi bersama instansi terkait untuk menentukan langkah tindak lanjut sesuai dengan kewenangan masing-masing.”
Ia menambahkan, keberadaan marka, rambu, fasilitas penyeberangan dan ZoSS bukan sekadar pelengkap jalan. Seluruh fasilitas tersebut memiliki fungsi penting dalam memberikan informasi, mengatur pergerakan pengguna jalan dan mendukung keselamatan masyarakat.
Hal senada disampaikan Anton dari BPJN Riau. Menurutnya, survei bersama menjadi langkah penting untuk melihat kondisi faktual ruas Jalan SMA Sultan Rengat beserta berbagai fasilitas pendukung keselamatan lalu lintas.
“Hasil pemeriksaan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi bersama instansi terkait. Beberapa temuan, seperti kondisi badan jalan, marka, rambu hingga fasilitas penyeberangan, perlu mendapatkan perhatian dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.”
Survei tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan lalu lintas yang tidak hanya mengandalkan kesadaran pengguna jalan, tetapi juga didukung oleh infrastruktur yang layak, terlihat dan berfungsi dengan baik.
Jalan yang aman membutuhkan lebih dari sekadar aspal. Marka harus terlihat, rambu harus terbaca, fasilitas penyeberangan harus jelas, dan kawasan sekolah harus memberikan perlindungan bagi pelajar.
Sinergi kepolisian bersama BPJN, BPTD, pemerintah daerah, Jasa Raharja dan instansi terkait diharapkan dapat memastikan setiap temuan di lapangan tidak berhenti sebagai catatan survei, tetapi berlanjut pada langkah perbaikan sesuai kewenangan masing-masing.
Dengan demikian, keselamatan di ruas Jalan SMA Sultan Rengat dapat terus ditingkatkan dan masyarakat memperoleh rasa aman saat menggunakan jalan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif. ***





















