Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
Argoterkini.com Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia
  • Nasional
  • Daerah
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kota Dumai
    • Kota Pekanbaru
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
    • Otomotif
      • Inforial
        • Olah Raga
  • Selebriti
  • Nasional
  • Daerah
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kota Dumai
    • Kota Pekanbaru
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
    • Otomotif
      • Inforial
        • Olah Raga
  • Selebriti
No Result
View All Result
Argoterkini.com Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia
No Result
View All Result
Home Hukum dan Kriminal

BPK Temukan Sejumlah Dugaan Penyimpangan, Sri Deviyani : Apakah Membran Payung Buatan Heytex Germany??

Admin Argo Terkini oleh Admin Argo Terkini
Kamis, 7 Desember 2023
in Hukum dan Kriminal
16 1
0
BPK Temukan Sejumlah Dugaan Penyimpangan, Sri Deviyani : Apakah Membran Payung Buatan Heytex Germany??
419
VIEWS
BagikanBagikan

Argoterkini.com, Pekanbaru – Pegiat sosial Sri Deviyani angkat bicara soal proyek penbangunan yang menelan biaya hingga Rp42 miliar, payung elektrik di kawasan Masjid An-Nur Pekanbaru, kembali menuai sorotan.

Soal ini pernah diangkat Sri Deviyani pada saat proyek masih dalam status pengerjaan.

Baca Juga

Operasi Mendadak Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, Empat Pengunjung Positif Narkoba Diamankan

Operasi Mendadak Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, Empat Pengunjung Positif Narkoba Diamankan

Minggu, 19 April 2026
Dalam Dua Pekan, Polres Kampar Ungkap 4 Kasus Menonjol

Dalam Dua Pekan, Polres Kampar Ungkap 4 Kasus Menonjol

Kamis, 16 April 2026

Beberapa kali Sri Deviyani mengungkap persoaln terkait dugaan penyimpangan bahan membran payung yang dalam spek bahan digunakan Heytex Germany karena dinilai lebih baik dari pada bahan lain.

“Bahkan salah satu alasan yang menggugurkan perusahaan adalah dukungan spek yang diminta tidak dari principal Heytex Germany,” beber Sri Deviyani.

Sri Deviyani mengatakan bahwa ia telah mengetahui spek membran pada saat persidangan digelar di PTUN Pekanbaru.

“Bahkan percakapan antara penggugat dengan Head Asia Pacific Heytex juga terungkap dalam persidangan,” ujar Sri Deviyani.

Dikutip dari Liputan6, Rabu, 6 Desember 2023 menyebut pernah terpalnya gagal kembang saat tabligh akbar beberapa waktu lalu, salah satu payung itu kini kembali bermasalah. Pengait terpal ke rangka payung elektrik pada 4 Desember, lepas.

Rangka dicat hijau tidak mengapit lagi sehingga terpalnya terkulai, beruntung tidak jatuh karena masih ada pengait lainnya.

Tiupan angin kencang disertai hujan pada akhir pekan lalu di Pekanbaru diduga menjadi faktor. Apalagi sudah beberapa kali sejumlah payung bernilai fantastis itu tidak tahan diterpa cuaca buruk.

Pantauan di lokasi, pengait terpal payung sepertinya bukan benda yang kokoh. Begitu juga dengan terpalnya yang seolah seperti bahan yang digunakan membuat ‘baliho’.

Tidak terlihat petugas sedang memperbaiki payung itu. Bisa saja saat itu tengah istirahat Salat Zuhur karena di sekitar payung ada rangka besi yang biasa digunakan tukang untuk memanjat.

Payung elektrik Masjid An-Nur Pekanbaru ada 6 buah. Sebanyak 5 payung lainnya kuncup karena memang tidak pernah dibuka. Biasanya payung dibuka saat kegiatan besar saja, tidak seperti payung elektrik di Aceh dan Madinah yang selalu terbuka.

Payung tersebut merupakan bagian pembangunan masjid. Ada bentangan keramik luas tersusun meskipun di sejumlah sisi sudah retak bahkan ada yang berlubang.

Keramik di sekitar payung juga tergenang air beberapa milimeter saja. Berjalan di atasnya harus hati-hati karena bisa saja terjatuh akibat licin.

Seorang jamaah usai salat sempat mengabadikan payung yang pernah digembar-gemborkan menjadi daya tarik wisata religi itu. Pengunjung tadi juga memotret payung yang terpalnya lepas dari pengait.

“Lepas itu ya bang, mungkin karena hujan deras kemarin,” kata anggota jemaah bernama Irawan tadi, Selasa siang, 5 Desember 2023.

Dia kaget begitu mengetahui pembangunan payung dan paket proyek di masjid tersebut menelan biaya Rp42 miliar.

“Sayang, biaya pembangunannya begitu tapi hasilnya begini,” jelasnya.

Sebagai informasi, proyek ini tengah diusut oleh jaksa Pidana Khusus Kejati Riau. Penyelidikannya hampir selesai karena penyidik tengah meminta keterangan ahli fisik.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Imran Yusuf menjelaskan, tim tinggal selangkah lagi merampungkan penyelidikan Payung Elektrik bernilai Rp42 miliar itu.

Imran menyatakan ahli sangat diperlukan dengan tujuan melihat langsung apakah ada unsur perbuatan melawan hukum dalam pembangunan payung tersebut.

“Walaupun sudah ada temuan (Badan Pemeriksa Keuangan), kami akan melihat kembali ke lapangan,” kata Imran.

Bentuk Tim

Kejati membentuk tim pengusutan proyek elektrik. Tim yang dibentuk mencari alat bukti dengan meminta keterangan 13 pihak.

Payung elektrik ini bersumber dari APBD Riau dan dijadwalkan selesai pada akhir Desember 2022. Ada 6 payung elektrik yang dibangun termasuk fasilitas pelengkap lainnya.

Proyek prestisius Syamsuar sewaktu menjabat Gubernur Riau ini dikerjakan oleh PT Bersinar Jesstive Mandiri. Hingga akhir Desember dan 2 kali perpanjangan waktu hingga tahun 2023, perusahaan itu tidak mampu menyelesaikan.

Pemerintah Provinsi Riau memasukkan perusahaan itu ke daftar hitam. Belakangan meskipun sudah habis kontrak, perusahaan tetap melanjutkan pekerjaan dengan dalih tanggungjawab moral dan tanpa bayaran dari pemerintah.

Payung dan fasilitas lainnya selesai. Payung itu sempat dipakai dalam kegiatan tabligh akbar Pemerintah Provinsi Riau dan tidak dikembangkan alias kuncup hingga beberapa bulan.

Beberapa waktu lalu payung itu kembali digunakan tapi beberapa di antaranya gagal mengembangkan dengan alasan teknis.

Temuan BPK

Berdasarkan audit Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2022, ada sejumlah temuan teknis di sejumlah bagian payung. Di antaranya, motor listrik yang seharusnya buatan Eropa, merek Groundfos diganti dengan Aero produk Asia.

Ada juga temuan penggunaan produk dari negara lain yang tidak diatur dalam kontrak. Temuan ini bernilai Rp2.700.000.000,00.

Selain itu, LHP juga mengungkapkan pemasangan Ball Screwdan Nut yang dipasang merek Hiwin (produk Taiwan), seharusnya yang dipasang adalah Ball Screwdan Nut Merek THK (Produk Jepang). Jenis spare part ini senilai Rp2.040.000.000,00.

Audit BPK juga menyatakan jika perbedaan spesifikasi item yang terpasang dengan spesifikasi kontrak seharusnya mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat Penandatangan Kontrak.

Menanggapi audit BPK Sri Deviyani menyebut bahwa seharusnya BPK lebih jeli melihat spek. Sri Deviyani menyarankan BPK jangan kalah cerdas dengan oknum kontraktor. Coba cek membran payung tersebut, apakah spek memang sesuai dengan dukungan produk Heytex Germany sebagaimana yang terungkap di persidangan PTUN.

“Biar efektif dan efisien sekalian aja BPK periksa membran dan kroscek apakah membran memang buatan Heytex Germany atau bukan,” tutup Sri Deviyani.

Penulis : Tim-ATC

 

Tags: BPKKejati RiauPayung ElektrikPegiat sosialSri Deviyani
bagikan22Tweet14Sendbagikan
Sebelumnya

Sri Deviyani Minta Pemerintah Pulangkan Pengungsi Rohingnya

Berikutnya

Beli Minyak Goreng Hanya Rp 1 Pakai QRIS BRK Syariah, Ini Lokasinya

Berita Terkait

Operasi Mendadak Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, Empat Pengunjung Positif Narkoba Diamankan

Operasi Mendadak Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, Empat Pengunjung Positif Narkoba Diamankan

Minggu, 19 April 2026
Dalam Dua Pekan, Polres Kampar Ungkap 4 Kasus Menonjol

Dalam Dua Pekan, Polres Kampar Ungkap 4 Kasus Menonjol

Kamis, 16 April 2026
BREAKING NEWS: Aksi Heroik PJR Ditlantas Polda Riau, Kejar 104 Km Pelaku Penculikan Anak Berhasil Diringkus di Tol Permai

BREAKING NEWS: Aksi Heroik PJR Ditlantas Polda Riau, Kejar 104 Km Pelaku Penculikan Anak Berhasil Diringkus di Tol Permai

Kamis, 16 April 2026
Kampung Tangguh Anti Narkoba di Panipahan: Gerakan Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Kampung Tangguh Anti Narkoba di Panipahan: Gerakan Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Rabu, 15 April 2026
Respons Keresahan Publik, Polda Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba dan Buka Hotline Pengaduan

Respons Keresahan Publik, Polda Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba dan Buka Hotline Pengaduan

Selasa, 14 April 2026
Lapas Pasir Pangarayan Hadiri Kegiatan Pemusnahan Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Rokan Hulu

Lapas Pasir Pangarayan Hadiri Kegiatan Pemusnahan Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Rokan Hulu

Selasa, 14 April 2026
Warga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Ciptakan Lagu “Ampunan” dalam Lomba Cipta Lagu Pemasyarakatan

Warga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Ciptakan Lagu “Ampunan” dalam Lomba Cipta Lagu Pemasyarakatan

Senin, 13 April 2026
Puluhan iPhone Digondol Maling, Toko Aura Gadget di Pekanbaru Rugi Ratusan Juta

Puluhan iPhone Digondol Maling, Toko Aura Gadget di Pekanbaru Rugi Ratusan Juta

Minggu, 12 April 2026
Ratusan Warga Panipahan Mengamuk, Geruduk Rumah Terduga Bandar Narkoba di Rokan Hilir

Ratusan Warga Panipahan Mengamuk, Geruduk Rumah Terduga Bandar Narkoba di Rokan Hilir

Sabtu, 11 April 2026
Eksepsi Abdul Wahid Ditolak, Aktivis AMPUN Riau Minta KY Tidak Terintervensi

Perihal: Kegagalan Eksepsi dan Ketidaktepatan Strategi Pembelaan — Gubernur Nonaktif Abdul Wahid apakah kalah telak?

Jumat, 10 April 2026
BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Argoterkini.com Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia

© 2022 Argoterkini.com .

Argoterkini.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Info Pariwara
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat & Kondisi
  • Disclaimer

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kota Dumai
    • Kota Pekanbaru
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
    • Otomotif
      • Inforial
  • Selebriti

© 2022 Argoterkini.com .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In