BANDA ACEH – ARGOTERKINI.COM-Keselamatan penumpang dan pengguna jalan menjadi perhatian serius Polda Aceh. Melalui Ditlantas Polda Aceh, kepolisian mendorong para pengemudi dan awak angkutan umum untuk tidak hanya memiliki kemampuan mengemudi, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan budaya keselamatan dalam setiap perjalanan.
Pesan tersebut disampaikan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh, Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., S.I.K., M.Si., saat mewakili Dirlantas Polda Aceh dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pengemudi dan Awak Angkutan Umum Tahun 2026 yang digelar di Hotel Ayani, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Peunayong, Kota Banda Aceh, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti para pengemudi angkutan umum dari wilayah Provinsi Aceh serta dihadiri unsur Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, DPP Organda Aceh, DPC Organda Banda Aceh dan BPTD Kelas II Aceh.
Dalam pemaparannya, Kompol Indra menegaskan bahwa pengemudi angkutan umum memiliki posisi strategis karena setiap hari membawa keselamatan banyak orang. Karena itu, pengemudi harus menjadi garda terdepan keselamatan transportasi jalan, sekaligus menjadi teladan dalam kepatuhan berlalu lintas.
“Pengemudi angkutan umum bukan sekadar membawa kendaraan, tetapi membawa manusia dan tanggung jawab atas keselamatan penumpang serta pengguna jalan lainnya. Prinsip utama kita adalah selamat sampai tujuan pada setiap perjalanan,” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan harus dimulai sebelum kendaraan bergerak. Pengemudi wajib memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat dan cukup istirahat, tidak berada di bawah pengaruh alkohol, narkotika maupun obat yang mengganggu kemampuan mengemudi. Selain itu, kondisi kendaraan seperti rem, ban, lampu, wiper, kaca, sabuk keselamatan, pintu darurat dan perlengkapan keselamatan juga harus dipastikan dalam kondisi baik.
“Jangan menunggu kecelakaan baru kita berbicara tentang keselamatan. Keselamatan dimulai sebelum kendaraan berangkat,” ujarnya.
Polda Aceh juga mengingatkan para pengemudi untuk menghindari berbagai perilaku berisiko, seperti mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk, kecepatan berlebihan, menggunakan ponsel saat berkendara, membawa muatan berlebih, melanggar rambu serta melakukan manuver secara agresif.
Kompol Indra menekankan, pengemudi yang baik bukanlah pengemudi yang paling cepat sampai tujuan, melainkan pengemudi yang mampu mengantarkan penumpang dengan aman, tertib, nyaman dan dapat dipercaya.
“Pengemudi yang baik bukan yang paling cepat, tetapi yang paling aman dan dapat dipercaya. Kepercayaan penumpang harus dijaga dengan perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia juga mendorong agar pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi angkutan umum dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti pada pemahaman teori. Pelatihan harus mencakup pemahaman peraturan lalu lintas, teknik mengemudi yang aman, pelayanan prima, praktik mengemudi, hingga peningkatan kompetensi pengemudi secara profesional.
Lebih jauh, Ditlantas Polda Aceh memandang keselamatan lalu lintas sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, kepolisian, operator angkutan, pengemudi, awak kendaraan dan masyarakat harus bergerak dalam satu komitmen untuk membangun budaya keselamatan transportasi jalan.
“Kita ingin keselamatan bukan hanya menjadi aturan yang diketahui, tetapi menjadi kebiasaan dan karakter. Mulai dari tahu aturan, mau mematuhi, mampu mempraktikkan, konsisten menjalankannya, hingga menjadi teladan bagi pengguna jalan lainnya,” tutur Kompol Indra.
Kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut turut menghadirkan pemateri dari Ditlantas Polda Aceh, Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, PT Jasa Raharja Wilayah Aceh dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya menciptakan transportasi umum yang aman, selamat, tertib, nyaman dan berorientasi pada keselamatan manusia.
Bagi Polda Aceh, setiap perjalanan memiliki satu tujuan utama: bukan sekadar sampai tujuan, tetapi sampai dengan selamat.***





















