PEKANBARU | ARGOTERKINI.COM-Warga RT/RW 003 Kelurahan Tebing Tinggi Okura bersiap menggelar pesta demokrasi tingkat lingkungan melalui pemilihan Ketua RT dan RW secara serentak pada Minggu, 3 Mei 2026 mendatang. Meski berada di lingkup terkecil, dinamika sosial yang muncul diharapkan tetap berjalan dalam koridor kekeluargaan dan kedamaian.
Semangat demokrasi sudah terasa hangat jauh sebelum pendaftaran kandidat dimulai. Mengingat kontestasi ini melibatkan tetangga dekat, menjaga situasi agar tetap kondusif menjadi hal yang sangat krusial guna menghindari keretakan hubungan interpersonal jangka panjang.
Pentingnya kedamaian dalam kontestasi di “akar rumput” ini ditekankan sebagai kunci keberlanjutan pembangunan lingkungan.
Tokoh pemuda Okura, Danang, mengingatkan bahwa warga yang bersaing hari ini adalah tetangga yang akan saling membutuhkan bantuan esok hari.
“Ini bukan tanggung jawab lurah atau camat saja, tetapi seluruh warga. Pemilihan ini bukan untuk saling singgung atau gotok-gotokan, melainkan kontestasi sehat untuk mendapatkan amanah mengurus lingkungan,” tegas Danang.
Ia menolak keras praktik adu pengaruh, kampanye negatif, hingga penggunaan isu personal kandidat yang dapat merusak tatanan sosial yang sudah terjaga.
Danang berharap warga memilih pemimpin berdasarkan kinerja dan pemahaman terhadap kondisi warga, bukan karena kepentingan kubu-kubuan. Figur RT/RW terpilih nantinya akan menjadi garda terdepan pemerintah dalam urusan sosial, pendataan, hingga distribusi bantuan.
“Kalau menang, rangkul yang kalah. Kalau kalah, ikut bersama yang menang,” pesan Danang kepada para kandidat.
Untuk menghindari fitnah dan kecurigaan, Danang memberikan perhatian khusus pada mekanisme pemilihan, yaitu pertama sengketa administratif, menurutnya, keberatan administratif harus tuntas sebelum hari-H. Masalah lama tidak boleh dibawa ke hari pemilihan.
Kedua, transparansi surat suara, bahwa jumlah surat suara masuk, digunakan, dan tersisa harus diumumkan secara terbuka di TPS. dan ketiga, ditegaskan panitia diminta teguh pada aturan dan tidak terpengaruh tekanan dari pihak mana pun.
Menutup pesannya, Danang menegaskan bahwa pemilihan RT/RW adalah momentum bagi masyarakat untuk saling mengenal lebih dalam dan memperkuat hubungan sosial. Tokoh masyarakat yang dituakan diharapkan mampu menjadi “pendingin” jika muncul ketegangan di lapangan.
“Ini ruang bersosialisasi, bukan ruang memecah. Mari kita jadikan 3 Mei nanti sebagai bukti bahwa warga Okura dewasa dalam berdemokrasi,” pungkasnya.***










