PEKANBARU – ARGOTERKINI-COM– Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama lebih dari 500 mahasiswa baru UMRI mengikuti kegiatan penanaman benih nenas dan jagung dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional berbasis kampus, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan penanaman ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan sivitas akademika, khususnya mahasiswa, dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata di lingkungan kampus.
Agenda tersebut sebelumnya direncanakan turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman. Namun, karena berhalangan hadir, kegiatan tetap dilaksanakan dengan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa baru UMRI.
Ketua Umum Mapala UMRI, Rivo Claudio, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas penanaman, tetapi juga sebagai langkah awal membangun ekosistem ketahanan pangan yang melibatkan seluruh unsur civitas akademika.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar menanam nenas dan jagung. Ada kesadaran yang ingin kami tumbuhkan kepada mahasiswa bahwa ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi dan terlibat langsung dalam aksi nyata,” ujar Rivo.
Ia menjelaskan, lahan pertanian UMRI ke depannya tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman hari ini. Lahan tersebut direncanakan akan digarap secara kolaboratif oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni UMRI sehingga dapat menjadi ruang produktif sekaligus sarana pembelajaran berbasis praktik.
“Ke depan, kami berharap lahan pertanian UMRI ini dapat menjadi lahan bersama yang dikelola secara kolaboratif oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni. Jadi bukan hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang kolaborasi, dan ruang untuk membangun budaya ketahanan pangan di lingkungan kampus,” lanjutnya.
Menurut Rivo, kolaborasi lintas unsur tersebut penting agar program ketahanan pangan berbasis kampus dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Dengan keterlibatan lebih dari 500 mahasiswa baru, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa untuk mengenal praktik pertanian sekaligus memahami hubungan antara lingkungan, pangan, dan keberlanjutan.
“Semangat yang kita tanam hari ini mudah-mudahan tidak hanya tumbuh menjadi tanaman, tetapi juga tumbuh menjadi gerakan. Kami ingin lahan ini nantinya menjadi contoh bahwa kampus bisa mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi dan aksi nyata,” tutup Rivo.
Ke depan, pengelolaan lahan pertanian UMRI diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi berkelanjutan antara organisasi mahasiswa, sivitas akademika, alumni, pihak universitas, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.(RS).




















