PEKANBARU- ARGOTERKINI-COM-Di tengah derasnya perubahan zaman, pembangunan sebuah daerah tidak cukup hanya diukur dari jalan yang dibangun, gedung yang berdiri, atau angka pertumbuhan ekonomi. Ada fondasi yang jauh lebih penting: karakter, spiritualitas, dan persaudaraan masyarakatnya.
Semangat itulah yang dihadirkan Pemerintah Provinsi Riau melalui “Riau Bershalawat”, yang akan digelar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, bersempena Hari Jadi Provinsi Riau ke-69.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Senin, 3 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, Jalan Hangtuah, Pekanbaru.
Hadirnya Habib Syech dalam momentum Hari Jadi Riau bukan sekadar menghadirkan sebuah acara keagamaan. Lebih dari itu, Riau Bershalawat menjadi ruang untuk menyatukan hati masyarakat, memperkuat ukhuwah, sekaligus mengingatkan bahwa kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pembangunan akhlak.
Di tengah kehidupan sosial yang semakin dinamis, masyarakat membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kepentingan, menundukkan hati, dan kembali menguatkan hubungan kepada Allah SWT serta kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Shalawat bukan sekadar lantunan. Ia membawa pesan tentang cinta, keteladanan, kedamaian, persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama.
Karena itu, peringatan Hari Jadi Provinsi Riau ke-69 idealnya tidak berhenti pada seremoni. Hari jadi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi: sejauh mana pembangunan telah menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat, masyarakat yang semakin rukun, serta generasi yang memiliki karakter kuat.
Pemerintah Provinsi Riau melalui momentum ini juga menunjukkan bahwa pembangunan daerah memiliki dimensi yang lebih luas. Infrastruktur membangun ruang kehidupan, ekonomi membangun kesejahteraan, sementara agama dan kebudayaan membangun jiwa masyarakat.
Riau sebagai negeri Melayu memiliki akar sejarah dan kebudayaan yang sangat kuat dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, menjaga kehidupan religius bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga menjaga identitas dan jati diri daerah.
Riau Bershalawat diharapkan menjadi energi spiritual bagi masyarakat Riau untuk terus bergerak maju tanpa kehilangan arah, modern tanpa tercerabut dari akar, serta membangun tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.
Pada akhirnya, usia ke-69 Provinsi Riau bukan hanya tentang bertambahnya angka perjalanan sejarah.
Ia adalah tentang seberapa kuat Riau menjaga jati dirinya, seberapa besar persaudaraannya, dan seberapa jauh kemajuannya mampu menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Riau Bershalawat.
Bersatu dalam doa, bersaudara dalam cinta, melangkah bersama menuju Riau yang bermartabat dan penuh keberkahan.





















